Tentang Bisnis
Saya ingin membantu orang-orang yang sedang mengalami kepahitan hidup — seperti rasa berat, lelah, kosong, kegagalan, kehilangan, kesedihan, kesepian, kecemasan, trauma, dan sejenisnya — serta merasa kehilangan arah dalam hidup. Agar mereka bisa menemukan kembali jalan menuju kebahagiaan dan keberlimpahan yang hakiki.Caranya adalah dengan mengajarkan ilmu “menyerah” — bukan menyerah dalam arti putus asa, melainkan menyerahkan diri sepenuhnya pada rencana Tuhan: mendengarkan, merasakan, dan mengikuti setiap petunjuk-Nya dengan penuh kesadaran. Sehingga langkah hidup mereka kembali selaras, dan mengalir tenang menuju takdir terbaik yang telah disiapkan oleh semesta untuk mereka.
Masalah Utama dan Solusi
Hari ini, terutama di Indonesia, banyak orang sedang berada di fase kepahitan hidup — seperti kelelahan batin, kegagalan, kehilangan arah, kesepian, kecemasan, trauma, dan tekanan hidup lainnya. Namun mereka sering memandang semua itu dari sudut pandang yang sempit, sehingga secara tidak sadar membiarkan diri mereka terbelenggu oleh penderitaan tersebut. Mereka belum memahami cara menyikapi hidup ini dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi.
Selama ini, yang mereka tahu untuk mengatasi semua belenggu itu hanyalah lewat motivasi, terapi, liburan sesaat, mendengarkan podcast inspiratif, membaca buku self-help, atau mengalihkan diri lewat pekerjaan, hobi, bahkan hiburan lewat internet.
Sebagan dari mereka mungkin sudah mencoba teknik afirmasi, journaling, meditasi instan, bahkan konsultasi dengan psikolog — semua demi merasa “lebih baik”. Tapi yang mereka temukan dari itu semua hanyalah solusi sementara. Sesuatu yang menenangkan di permukaan, namun tidak benar-benar menyentuh akar dari kegelisahan batin mereka.Di sisi lain, mereka juga:Tidak merasa cocok dengan pendekatan agama yang mereka anggap terlalu imajinatif atau dogmatis, kadang justru membuat mereka merasa bersalah dan makin jauh dari dirinya sendiri.Bingung harus mulai dari mana untuk memulihkan diri, karena begitu banyak metode yang membingungkan dan saling bertentangan.Merasa seperti berjuang sendiri, karena lingkungan sekitar tidak memahami apa yang sedang mereka rasakan.Takut dihakimi saat jujur pada kelemahannya, sehingga lebih memilih diam dan menyimpan semuanya sendiri.Mulai kehilangan makna hidup, tapi tidak tahu bagaimana menemukannya kembali.